.post-body img { max-width:100%; height:auto; }

Friday, 12 April 2019

Hal Terakhir Yang Kau Ingat


Sebuah tembakan membangunkan tidur nyenyakmu. Ada Noda darah diselimutmu dan bercecer di dinding juga langit-langit, dan Kau melihat dari penglihatanmu yang kabur di tepi tubuhmu, sebuah tubuh merosot di atas kaki tempat tidurmu. Seseorang telah terbunuh di kamarmu. Meskipun kau baru saja tertidur sebentar, kau terkejut dengan apa yang kau temukan, Kau mati-matian
mengumpulkan kekuatan untuk mencari tempat dimana kau meletakkan teleponmu; Kau harus memanggil polisi
sebelum terlambat.

Saat Kau dengan panik mencari di bawah bantal, di bawah tumpukan kertas dan CD lama, Kau menyadari ada sesuatu yang salah. Tiba-tiba, Kau merasa lemah, lemah, dan semakin lemah.Lemah itu menyebabkan pusing yang sangat menyakitkan dan tidak kau diinginkan. Kau menyatukan gigimu saat Kau mencari telepon, tetapi rasa sakitmu terus berlanjut sampai ke tulangmu. Rasa sakit itu menjadi semakin menyakitkan, dan penglihatanmu semakin lama semakin kabur, dan Kau jatuh kesakitan ke lantai. Kau tidak bergerak dan mengerang karena rasa sakit yang tidak diketahui mencabik bagian dalammu. Kau Tak berdaya. Kau merasakan kehadiran seseorang di kamarmu sekarang, sepraimu bergemerisik, dan sekarang ada langkah kaki. Mayat lemah yang terbaring tak berdaya di tempat tidurmu, Kau menyadarinya bahwa mayat itu bergerak . mayatnya hidup. Di saat-saat terakhir kesadaranmu, saat kau menghembuska n napas terakhirmu, Kau berhasil memegang perutmu, dan Kau merasa ada kulit sobek, lalu daging mentah. Lalu tidak ada apa-apa. Ada sebuah lubang menganga di perutmu. Dan Ini adalah hal terakhir yang Kau ingat.

1 comment:

Blog Archive