.post-body img { max-width:100%; height:auto; }

Saturday, 6 April 2019

Malaikat Pelindungmu


Aku selalu bersamamu.
Aku ada di sana sejak Kau dilahirkan. Aku berdiri ruang bersalin, menatapmu sebelum Kau bahkan bisa membuka matamu untuk melihatku. Orang tuamu, kerabat dan dokter tidak bisa
melihatku di sana, disudut ruangan, mengawasimu dengan mata yang suram, tapi aku di sana sejak Kau dilahirkan.Dan aku mengikutimu pulang.Aku selalu bersamamu, teman abadimu. Kau bermain dengan mainanmu sendirian sementara Aku menatap dari semua sudut di cermin terdekat; rambutku yang kusut dan dengan keringat berminyak yang mengucur di dahiku yang penyok
seperti lem. Aku selalu menjadi teman abadimu, melayang di belakang mobil ibumu dalam perjalananmu ke sekolah. Kau sendirian di kamar mandi, tapi Aku sedang disisi lain dari pintu, angin bersiul melalui lubang memar di tenggorokanku. Lenganku bengkok dan tergantung di sendinya ketika aku berdiri membungkuk disisi lain dari tirai mandi. Aku menunggu dan mengikutimu. Aku mengikuti dan melayang di belakangmu. Aku tidak bisa melihat. Aku hampir tidak ada di sana ketika terang. Kau tidak pernah melihatku pagi itu ketika aku duduk diseberangmu di meja sarapan,  Bibir merah mengkilap dari gigi yang hampir tak ada sama sekali saat aku ternganga
padamu. Terkadang Aku bertanya-tanya apakah Kau tahu Aku ada di sana. Aku pikir Kau sadar, tetapi Kau tidak akan pernah mengerti seberapa dekat Aku.

Aku menghabiskan berjam-jam dari harimu, melakukan sesuatu yang tidak lebih dari bernafas di telingamu.
Bernafas --- tersedak, sungguh.
Aku ingin berada dekat denganmu, untuk selalu membungkus lenganku yang lumpuh di pundakmu. Aku pernah berbaring di dekatmu di suatu malam, mata suramku menatapmu, di tempat tidurmu, di depan wajahmu saat kau tidur dikala gelap. Ya. Kau kadang menatapku sesekali. Orang tuamu berlari ke kamarmu suatu malam
ketika kau berteriak. Kau baru saja mulai bisa bicara, jadi kamu hanya bisa berteriak “Orang! Ada orang dikamarku! "

Kau tidak akan pernah melupakan pemandangan diriku itu, dengan rahangku yang tergantung di dadaku,
berayun bolak-balik. Aku menghilang kembali ke lemarimu dan ibumu tidak bisa melihatku meskipun Kau menunjuk, menunjuk dan menunjuk.Kau tidak akan pernah lupa ketika aku meninggalkan hal yang sama pada malam berikutnya . Kau melihat pintu lemari terbuka perlahan dan Aku merangkak di lantai menuju ke tempat tidurmu, Kau bergetar dan tersentak saat aku mendorong diriku di bawah tempat tidurmu dengan anggota tubuh yang terputus-putus. Kau belajar kata baru untukku: Hantu. Tidak cukup monster yang kau pikir tentangku. Aku hanya
menunggu dan mengikutimu selalu, menyentuh wajahmu dengan jari-jariku saat Kau tidur.Kau akan segera bertemu denganku lagi. Kapan saja, Aku akan datang, tumpul dan brutal. Suatu hari Kau akan berjalan melintasi
jalan --- dan Aku yakin Aku akan dapat mengendalikannmu dengan raungan keras dan pekikan.Kau berguling di trotoar, berguling di bawah roda, roda dan jari-jari ban yang bersentuhan diwajahmu lagi dan lagi. Ketika Kau menatap dari trotoar dengan
mata suram; rambut kusut.Rahang yang menggantung di wajahmu  terbuka dan terayun sampai kedadamu. Kau akan melihatku mendekat. Tidak ada orang lain yang akan melihatku. Kau akan menatap
ke mataku dan Aku akan menatapmu. Untuk yang pertama kali dalam hidupku, sesuatu seperti senyum terlukis di wajahku.Darah merah yang membeku keluar dari mulutmu.Aku akan membungkuk, melewati dokter dan orang-orang yang menjemputmu dengan pelukanku yang bengkok.
Wajah kita akan bersentuhan. Sayap-sayapku akan mengembang. Lalu
Kau harus ikut denganku.
Dan aku akan selalu bersamamu. Aku adalah malaikat pelindungmu.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive