.post-body img { max-width:100%; height:auto; }

Sunday, 7 April 2019

Surat


Kau berada di luar kota untuk liburan akhir tahun. Saat kau pulang dan kembali ke apartemenmu, kotak suratmu sudah terisi penuh. Di sana terdapat kurang lebih 30 buah surat.
Surat itu tanpa alamat pengirim, beberapa dari surat itu terasa basah dan berat, seolah-olah mereka baru saja terkena air, atau mungkin memang berisi cairan. Disemua surat itu ada nama dan alamatmu tertulis di atasnya, dan banyak dari surat itu menulis namamu dengan tinta berwarna merah. Baunya tidak harum, bahkab baunya seperti daging busuk dan sampah. Kau enggan membawanya keruanganmu, tetapi rasa ingin tahu membuatmu melakukan hal sebaliknya. Kau berhasil membawa surat-surat itu ke kamarmu, Kau membuang beberapa surat itu di kamarmu lewat wastafel dapur karena Kau tidak ingin surat-surat itu menimbulkan bau diseluruh apartemen. Kau mengambil satu yang tidak tampak basah dan tidak tertutup, dan kau membukanya. Ada gambar di dalamnya.Gambar orang-orang yang tidak Kau kenal, dengan mata yang keluar dan tercabik-cabik, gigi hilang, rahang yang menganga, tenggorokannya robek. Kau merasa ngeri namun kau terus bertanya-tanya apa yang ada di sisa suratnya. Kau membuka surat-surat itu lebih banyak, dan kau menemukan lebih banyak lagi foto-foto yang semakin mengerikan dari orang mati. Tumpukan mayat dengan kakinya yang hilang, hamparan mayat di atas meja operasi dengan organ vital mereka yang hilang, mayat yang digantung dan terlihat sudah lama membusuk. Beberapa surat basah memiliki darah dan cairan lain di dalamnya. Semakin banyak surat yang Kau buka, semakin Kau perhatikan bahwa tidak semua orang difoto itu adalah orang asing. Beberapa dari mereka adalah orang-orang di tempat kerjamu, dan orang lain yang Kau kenal saat disekolah menengah atas. Pada saat Kau melihat beberapa surat terakhir, gambar itu adalah tubuh teman dekatmu dan juga anggota keluarganya yang dimutilasi. Akhirnya Kau mencapai surat paling terakhir. Kau tidak mau tahu apa isinya, tetapi sepertinya Kau tidak punya pilihan sekarang. Kau membuka surat itu, dan itu adalah foto dirimu.Kau tidak
mati, mata utuh, dan tidak ada anggota tubuh yang hilang. Itu adalah fotomu memasuki gedung apartemenmu sebelum hari itu, dengan segera Kau mengumpulkan surat-surat menjijikkan itu. Ketika Kau mendengar pintu diapartemenmu terbuka, Kau jatuh pingsan.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive