Ini adalah blog tentang Creepy pasta dan seluruh ketakutan didalamnya, Urban legend, Game Horror, Walkthrough Game Horror, Manga Horror, dan lainnya
Friday, 10 May 2019
Pesan SMS
Dengan mengendarai mobil setelah pulang dari rumah teman, Kau berhenti di lampu merah sesaat kemudian kau mendengar nada yang tidak asing dari ponselmu yang ada di kursi penumpang. Pesan teks. Mungkin dari temanmu; Kau selalu meninggalkan barang di rumah mereka. Kau adalah pengendara yang menaati peraturan, selagi lampu masih merah, Kau membuka pesan dan menunggu
sebentar untuk memuat sebuah gambar. Tiba-tiba, sebuah foto muncul. Merah, terlihat kabur, dengan
kontras yang aneh. Dan tidak ada teks yang menyertainya.
Tak lama kemudian lampu menyala hijau, jadi Kau menutup teleponmu dan melaju kembali mengendarai mobil, kau bertanya-tanya apa itu, dan siapa yang mengirimkannya padamu. Mungkin seseorang secara tidak sengaja mengambil gambar bagian dalam tas mereka atau saku dan mengirimkannya padamu. Kau masih terus bertanya-tanya. Kau sampai dilampu lalu lintas berikutnya, lampunya juga merah, dan ponselmu berdering kembali. Kau membukanya, berharap permintaan maaf dari seorang teman, tapi kau malah mendapati dirimu menunggu
foto yang sedang dimuat di layar ponselmu. Yang ini, sebagian besar masih merah, tapi sekarang becampur dengan serpihan-serpihan berwarna biru, namun tetap saja tidak jelas. Kali ini, ada suara klakson tidak sabar dari belakangmu sebelum Kau menyadari bahwa Kau telah melewatkan lampu merahnya dan melaju kembali ke perjalanan pulang. Menutup telepon, dan melanjutkan perjalananmu.
Kau duduk dengan tidak nyaman saat kau mendengar nada dering itu lagi, belum lagi ada lampu merah berikutnya. Kau berhenti, ragu, dan kemudian membuka teleponnya. Gambar sekarang tiba-tiba jauh lebih jelas. Potongan biru itu tampaknya menjadi tepian yang sedikit kasar dari jaket denim, berlumuran darah dan terbaring dengan tumpukan
isi perut, terpotong lurus jika dilihat melalui bagian belakang tubuh manusia. Kau hanya dapat melihat dari bagian bawah tulang belikat ke bagian atas paha, tapi yang pasti itu adalah tubuh manusia. Tulang belakang berwarna putih beroleskan darah, tabung-tabung usus menjalar di antara jaringan tulang belakang yang tampak bengkok dan keluar dari persendiannya. tenggorokanmu tersedak, saat kau melihat isi penuh empedu dan membuang telepon ke kursi penumpang, lampu berubah hijau dan kau dengan cepat melaju ke jalan pulang, dan kau terus berharap kau tidak akan mendengar nada dering itu lagi. Ada sedikit kelegaan karena Kau menyadari tidak ada lagi lampu lalu lintas yang terlihat. Tetapi saat Kau melaju beberapa jauh kau melihat lampu merah lagi dan kemudian kau berhenti, Kau merasakan keringat dingin menjalar dileher bagian belakangmu. Kau sudah mengangkat telepon, bahkan sebelum ada nada kecil yang memberi tahumu ada pesan.
Tanganmu gemetar saat Kau membukanya, Pikiranmu sudah tak tahan lagi, dan langsung melaju pulang dengan mata tertuju layar saat memuat foto terbaru. Usus menumpuk hampir disekitar sisi tubuh, kulit kepala robek tak beraturan dan tidak ada rambut yang terlihat, dan kontras yang memuakkan itu merah gelap dan biru. Untuk beberapa alasan, Kau sama sekali tak mengaharapkan itu, bahkan Kau bisa merasakan pahitnya empedu di bagian belakang lidahmu saat melihatnya. Fotonya tidak lagi dikaburkan dan sangat jelas. Daging tercabik-cabik oleh sesuatu yang entah apa itu, robekan dari jaket denim, dan darah yang merembes kedalam kain sofa. Itu sama seperti sofa yang Kau miliki di ruang tamumu. Kau memarkirkan mobil dipekarangan rumahmu, tanganmu gemetar saat Kau berjalan ke pintu depan. Kau tidak bisa menghentikan dirimu sekarang, hanya tubuhmu saja yang melakukan seperti biasanya, tetapi jarimu panik saat menggulir layar ponselmu ke bawah, kau tidak menemukan nama, tidak ada nomor telepon, dan waktu bertanggal pada pesan adalah tiga menit dari sekarang.
Kau meletakkan kunci di pintu sesaat setelah Kau berhasil mengambil kunci dari kantong jaket denimmu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment