Hidup dengan gangguan obsesif kompulsif bisa menjadi suatu kutukan. Tetapi itu sudah menjadi hal yang normal dalam hidupku selama bertahun-tahun sehingga aku jarang mengalami stress lagi.
𝑆𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎
Aku menutup pintu lemari tiga kali setelah
mengeluarkan sekantong teh dari rak atas.
𝑆𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎
Aku mencelupkan kantung teh ke dalam cangkir tiga
kali, memastikan teh itu terendam sepenuhnya.
𝑆𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎
Kutiup permukaan cairan cokelat itu untuk
mendinginkannya.
𝑆𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎
Yah, kau dapat menebaknya, tiga seruputan yang
cepat. Putaran berulangku ini bagaikan buku yang cantik, aku tidak bisa
mengganggu urutannya, atau aku harus mulai menghitung dari awal. Setelah minum
teh pagi, aku kembali ke atas, menaiki dan menuruni tangga tiga kali, untuk
membangunkan istriku, Gale.
Aku mendorong kursi rodanya ke samping tempat
tidur dan mengangkatnya dari kasur ke kursi, kursi ke kasur, lalu kasur ke
kursi. Dia tidak terlalu menyukai proses ini tetapi ia tetap mencintaiku. Aku
beruntung memiliki pasangan yang pengertian, aku tahu gangguanku bisa sangat
mengganggu dan membosankan.
Ia tersenyum padaku saat aku memberinya tiga
kecupan cepat di dahi. Aku mendorong kursi rodanya ke puncak tangga dan mulai
membantunya naik ke lift kursi di sebelah tangga, namun aku kehilangan pijakan.
Gale berteriak ketakutan saat dia terlempar dengan kasar dan jatuh dari tangga.
Aku dengan cepat bergegas turun, kembali ke atas, ke bawah, kembali ke atas dan
kemudian ke bawah sebelum merengkuhnya ke dalam pelukanku. Ia menangis
kesakitan dan terkulai di lantai kayu, sebuah fragmen tulang menonjol dari
pergelangan tangannya.
"Maafkan aku, Gal!" Aku menangis saat
aku mulai menggendongnya kembali menaiki tangga.
"John, berhenti ... apa yang kamu
lakukan?" Ia menangis. Aku berhenti di puncak tangga. 𝑀𝑎𝑎𝑓, kataku padanya saat air mata mengalir di
wajahku. Aku kemudian menggulingkannya kembali menuruni tangga. Dia jatuh
terguling sebelum wajahnya terhantam di bagian bawah. Aku yang mengulangi
prosesnya, menangis kesakitan. Kali ini ia hampir tidak sadar ketika aku
membawa tubuhnya yang lemas kembali ke atas, wajahnya hancur berkeping-keping.
"Aku minta maaf …"
“Berhenti … tidak …”
Aku tidak bisa menahan diri, aku harus melakukannya tiga kali.
Sc : subreddit
No comments:
Post a Comment