Kapal tempatkubekerja akhirnya berangkat juga pada malam itu setelah menunggu lama di suatu dermaga di sebuah tepian sungai, diperkirakan MV Achron, kapal dimana aku bekerja itu akan tiba dalam waktu beberapa jam nanti.
Setelah tiga jam kapal melaju melintasi lautan gelap dan sunyi, tiba-tiba kapten memanggilku.
Kapten bercerita padaku kalau tadi ada beberapa kru kapal yang curiga bahwa ada penumpang gelap di kapal yang sepertinya adalah seorang wanita dan dia kerap kali terlihat berjalan di bagian ruang penyimpanan barang lalu menghilang.
Dia lalu menyuruhku untuk segera memeriksa ruangan-ruangan di bagian buritan kapal.
Sebelum memeriksa, aku menyempatkan diri untuk bertanya pada para penumpang apakah mereka membawa orang lain dalam perjalanan, namun mereka semua tak menjawab, bahkan menatapku pun tidak.
Kapten datang dan dia memegang bahuku sambil menggeleng, seakan berkata bahwa itu tak akan ada gunanya.
Aku hanya menarik nafas dan segera menjalankan perintahnya, huh ... kru yang bekerja di kapal ini amat sedikit dan tidak pernah bertambah sehingga banyak tugas ekstra yang dibebankan pada anak buah kapal.
Aku lalu melakukan patroli di dekat ruang mesin, dua orang yang biasanya bekerja disana tampaknya sedang berada di dek atas sehingga suasana menjadi lengang dan tak terdengar apa-apa.
Mendadak sekelebat bayangan orang yang lewat di koridor kapal membuatku sedikit kaget.
Aku segera berlari untuk melihat siapa itu dan tak menemukan apapun disana,
"Aneh, apa yang baru saja lewat tadi? Bukankah dua pekerja itu sedang berada di atas dan tak ada orang lain yang bertugas disini," gumamku dalam hati.
Beberapa saat kemudian, aku melihatnya lagi dan kali ini jelas terlihat ada seorang wanita berambut panjang sedang berjalan di koridor kapal, dia terlihat mondar-mandir di depan ruang mesin lalu berjalan ke arah lorong.
Aku segera berlari untuk menangkapnya dan saat aku menuju arah dia berbelok di lorong, kudapati kalau dia sudah menghilang,
"Kemana perginya dia? Apa dia bersembunyi di salah satu ruangan?" aku bertanya-tanya.
Lalu kuperiksa pintu ruangan satu per satu dan semuanya terkunci dari luar, jadi kemana perginya wanita itu?
Tiba-tiba pandanganku tertuju pada pintu ruang kargo yang berkarat.
Pintu itu tidak pernah kuperiksa karena kapten pernah memberitahuku kalau roda penguncinya rusak.
Kudekati pintu itu dan mencoba memutar roda penguncinya, ah... tidak bisa diputar tapi satu hal yang baru kusadari bahwa pintu itu ternyata tidak terkunci, mungkin sejak kuncinya rusak.
Kumasuki ruangan tersebut dan kudapati kalau lampu di ruangan tersebut rusak namun bagian dalamnya masih terlihat samar oleh pantulan cahaya dari luar.
Kupandangi seisi ruangan dan aku sedikit terkejut saat melihat ada sosok putih berdiri mematung di pojok ruangan,
"Hei kau, jangan bersembunyi dariku, keluar!" teriakku pada sosok tersebut namun sosok itu hanya terdiam.
Lalu kuulangi lagi perintahku pada sosok tersebut dan kali ini dia menjawab dengan suara yang lirih,
"Aku hanya ingin pulang."
Aku mulai kehilangan kesabaran dan langsung menarik tangannya dan memaksanya keluar ruangan,
"Siapa kau Nona? Dan bagaimana kau bisa masuk ke kapal ini?" tanyaku dengan nada tinggi yang langsung membuat seluruh kru kapal berdatangan.
Wanita itu mengangkat wajahnya yang nampak terlihat pucat dari sela-sela rambut panjangnya yang menutupi.
"Aku hanya ingin menemui ibuku di sana," jawabnya lirih.
Aku lalu maju dan mengguncang-guncang tubuhnya karena kesal,
"Hei, kau tak bisa seenaknya saja masuk, kau harus mendaftar terlebih dahulu," teriakku dengan kesal.
Wajah wanita itu nampak makin pucat dan itu disebabkan karena dia ketakutan,
"Dengarkan aku Nona, kapal ini bukanlah kapal penumpang biasa, kami mengangkut jiwa-jiwa orang yang telah mati ke neraka dan kau tahu apa kesalahanmu? Kau belum mati," kataku sembari tertawa diikuti oleh tawa para kru kapal lainnya yang membuat wanita itu makin ketakutan karena melihatku dan para kru lainnya telah berubah wujud menjadi tengkorak hidup dalam pakaian kumal yang tertawa mengerikan.
Author: Wolfsnake

No comments:
Post a Comment