.post-body img { max-width:100%; height:auto; }

Sunday, 8 March 2020

Sendirian


 Sendirian…

 Kau tidak pernah memikirkan apa itu sendirian sebelumnya kan, tapi ketika kau berada di tempat tidurmu, kau tidak bisa tidur dan pikiranmu mulai berkeliaran.  Kau berpikir tentang apa yang akan kau lakukan besok. 
Kemudian, kau mulai memikirkan sesuatu yang lebih gelap, sesuatu yang kau harap tidak pernah kau pikirkan.  Kau  bertanya-tanya apakah hanya kau satu-satunya orang dirumah yang masih bangun pada jam segini.  Kau bertanya-tanya apakah kau satu-satunya orang yang masih terjaga ... di kamarmu. Sekarang Kau mendengar derit kecil dan halus di dapurmu.

 Kau hanya menganggapnya sebagai angin sahaja.  Tapi kemudian kau mendengarnya lagi, kali ini kau tahu itu tidak mungkin, maksudku, beberapa saat yang lalu tidak ada angin sama sekali bukan.  Mungkin hanya imajinasimu saja, ya, harusnya begitu;  Maksudku tidak ada orang lain yang terjaga dan kau yakin kau sudah mengunci pintu.  Menit sepertinya terasa seperti berjam-jam dan kau mendengar deritan lagi!  Tapi kali ini sepertinya lebih dekat, bagaimana mungkin?  Imajinasi dan pikiranmu mungkin sedang memepemainkanmu. Maksudku, kau tinggal di lingkungan yang baik, tidak pernah ada kejahatan di sini.  Pikiranmu terputus di tengah kalimat saat kau mendengar suara yang sepertinya berasal dari balik pintumu!

 Tanpa ragu kau mengangkat selimut tebal ke atas kepalamu untuk melindungi dirimu.  Kau mulai berkeringat dingin, berpikir berulang-ulang, "Tidak ada apa-apa di sana."  Kemudian, kau mendengar derit kecil dibalik pintumu.  Suara itu mengoyak pikiranmu selama beberapa jam.  Kau ingin sekali memeriksanya, tetapi, jika kau melakukannya, kau bisa bertemu langsung dengan sesuatu yang tak kau inginkan.  Jadi kau hanya menutup mata sekencang mungkin, berusaha sekuat tenaga untuk tidur, tinggalkan saja mimpi buruk ini.

 Berjam-jam berlalu tanpa suara, detak jantungmu melambat dan turun.  Kau mulai berpikir betapa bodohnya dirimu ketika berpikir ada sesuatu di sana.  Saat kau mengangkat selimut, Kau membeku dan hanya mendengar satu hal terakhir.

 "Kau seharusnya tidak bangun."


No comments:

Post a Comment

Blog Archive