John Smith mulai membenci istrinya. Pernikahan selama 20
tahun membuat John mulai bosan mendengar omelan sang istri. Dia muak mendegar
kritikan yang meremehkannya setiap hari, dia sudah muak dengan caranya
memerintah seolah-olah John adalah
budak. Sekarang John berencana untuk menyingkirkan sang istri untuk selamanya.
budak. Sekarang John berencana untuk menyingkirkan sang istri untuk selamanya.
Rencana dan persiapannya telah sempurna. Malam itu ketika
istrinya pulang, dia meletakan belanjaanya di kulkas dan menyuruh John untuk
memasak makan malam. John tidak menuruti permintaan istrinya melainkan dia
memberitahu bahwa dia memiliki kejutan untuknya. Dia tahu istrinya menyukai
kejutan.
“Kejutannya ada di ruang bawah tanah,” ucap John
tersenyum.
Saat istrinya berjalan menuruni tangga, John sudah siap
dengan pisau daging di belakang punggung dan berjalan mengikuti istrinya.
Beberapa jam kemudian..
John menyeka keringat dari dahinya. Dia tidak pernah
berpikir bahwa memotong tubuh wanita akan menjadi sesulit ini. Seluruhnya ada
enam potongan -Kepala, Dua lengan, Dua kaki, dan Tubuhnya. Dengan hati-hati
John membungkus masigng-masing bagian dengan koran dan mengikatnya rapi.
Setelah selesai, John melemparkan semua bagian itu ke
dalam ruangan pembeku. Lalu, dia menutup pintu dan menguncinya dengan gembok
besar. Kemudian dia membereskan semuanya, ruang bawah tanah dan juga pisau yang
digunakan untuk memotong tadi.
Kelelahan karena pekerjaan berat tadi, John bersandar di
sofa empuk ruang tamu. John bernafas lega, dia merasa bebas. Lalu jika ada yang
menanyakan mengenai istrinya, dia tinggal mengatakan bahwa istrinya selingkuh
dan kabur dengan pria lain.
Tanpa sadar, John pun tertidur. Rumah yang begitu sepi
dan senyap menghantarkan diri John untuk semakin Lelap, sampai akhirnya ….
BANG!!!
Suara hantaman keras tiba-tiba terdengar dan membangunkan
John dari mimpi indahnya. Dia duduk tegak mendengarkan, suara itu terasa dekat.
Suara seperti sesuatu yang membuka pintu ruang bawah tanah.
Dia tahu itu bukan mimpi, jantunganya berdegub kencang dan
keringat dingin mulai mengaliri wajahnya. John berlari ke dapur dan mengambil
pisau daging yang baru saja dia bersihkan, lalu menuju ke ruang bawah tanah
untuk memeriksa ruangan pembekunya.
Aman. Ruangan pembeku itu masih terkunci dengan gembok
besarnya. John memutuskan untuk kembali ke atas sampai saat dia melihat sesuat
di lantai … SELEMBAR KORAN PENUH DARAH !!!.
John membuka ruangan pembekunya dan melihat ke dalam, dan
ternyata … KOSONG !!!
Keenam bungkusan yang dia lempar tadi lenyap bagai di
telan bumi. John berdiri diam dalam hening karena kebingungan, otaknya sedang
berusaha mencari alasan yang logis untuk hal ini, sampai tiba-tiba sudut
matanya menangkap sesuatu yang bergerak.
Ia berbalik namun tidak ada apa-apa, yang ada hanyalah
lampu ruang bawah tanah yang tiba-tiba padam. John kini berada dalam kegelapan,
dan telinganya menangkap suara gemerisik, dari segala arah.
Suara itu semakin mendekat, John mengayunkan pisaunya
dengan liar ke segala penjuru, namun sia-sia. Tiba-tiba, sesuatu memegang kakinya,
mencengkram tangannya, dan mencekik lehernya dengan kuat. John mencoba
berteriak, namun nafasnya tertahan sampai akhirnya ia hilang kesadaran.
Beberapa minggu kemudian, polisi memeriksa rumah John,
dan sampailah mereka di ruangan pembeku yang masih tersegel rapi dengan gembok
besarnya. Mereka membuka paksa ruangan tersebut, dan di sanalah John Smith
ditemukan terbaring tak bernafas dengan dikeliling oleh keenam potongan tubuh
istrinya.

No comments:
Post a Comment