Jeff dan keluarganya baru saja
pindah ke sebuah lingkungan baru. Ayahnya mendapat promosi, dan mereka berpikir
akan lebih baik jika mereka pindah ke lingkungan “mahal” tu. Jeff dan
saudaranya Liu tidak bisa protes. Siapa yang tidak menyukai rumah baru dan lebih
bagus? Ketika mereka sedang mengapak barang, salah satu tetangga mereka
mendekat.
“hello” sapanya, “aku barbara;
aku tinggal diseberang jalan dari tempat kalian. Well, aku hanya ingin
memperkenalkan diriku dan mengenalkan kalian kepada anakku.” Dia berbalik dan
memanggil anaknya. “billy kemarilah, mereka adalah tetangga baru kita” billy
mengatakan “Hi” dan kembali bermain di halamannya.
“well” kata ibu jeff, “namaku
Margaret, dan ini suamiku peter, dan dua putra kami; jeff dan liu” mereka
saling berkenalan, kemudian Barbara mengundang mereka menghadiri pesta ulang
tahun anaknya. Jeff dan saudaranya sebenarnya akan menolak, namun kemudian
ibunya mengatakan bahwa dengan senang hati mereka akan datang. Ketika jeff dan
keluarganya selesai beres beres, jeff mendatangi ibunya.
“ibu kenapa kau mengundang kami
agar datang ke sebuah pesta anak anak? Aku bukan seorang anak yang bodoh asal
kau tahu”
“jeff” kata ibunya, “kita baru
saja pindah, kita harus menunjukan sikap yang baik, niat baik untuk membaur,
kita akan ke pesta itu, jangan membantah lagi” jeff hendak berkata lagi, namun
mengurungkannya, dia tahu bahwa dia tidak akan mampu melakukan apa apa. Ketika
ibunya telah memutuskan sesuatu, maka halt u tidak akan bisa dirubah lagi. Dia
pergi ke kamarnya dan menuju ranjangnya. Dia duduk disana dan melihat atap
kamar, tiba tiba dia merasakan perasaan aneh. Bukan rasa sakit, tapi…. Perasaan
yang aneh. Dia anggap itu hanya sebuah perasaan tidak penting saja. Dia
mendengar ibunya memanggil untuk mengangkut barang barangnya, diapun turun.
Keesokan harinya, jeff sedang
berjalan mencari sarapan bersiap ntuk kesekolah. Ketika dia duduk sarapan,
sekali lagi dia merasakan perasaan aneh itu. namun kali ini lebih kuat. Sedikit
terasa sakit, namun kemudian dia mengabaikannya. Ketika dia dan liu selesai
sarapan kemudian mereka menuju pemberhentian bus. Tiba tiba beberapa anak
menggunakan skateboard melompat kea rah mereka, hanya beberapa senti dari
tempat mereka berada. Jeff dan liu kaget “hey!! What the hell?”
Anak tersebut turn dari
skateboard dan menoleh. Dia tampaknya sekitar setahun lebih muda dari jeff,
mengenakan baju aeropstale dan blue jeans.
“well, well, well. Nampaknya kita
dapat mainan baru” tiba tiba, dua anak lainnya muncul. Salah satunya sangat
hitam sedangkan yang lainnya berbadan sangat besar. “ well, karena kalian baru
disini, aku hendak mengenalkan diri, itu adalah keith” jeff dan liu melihat ke
arah anak yang hitam. Dia berwajah sangat menyebalkan, yang membuat siapa saja
yang melihatnya ingin menghajar. “dan dia adalah troy”. Mereka menoleh ke anak
gemuk satunya.
Dan aku randy, sekarang aku perlu
mengatakan bahwa bagi semua anak disini ada sedikit ongkos tambahan, kuharap
kalian mengerti” lio berdiri hendak menghajar bangsat kecil ini, namun salah
satu temannya kemudian mengeluarkan pisau. “tck tck tck…. Kuharap kalian akan
lebih pengertian… namun sepertinya kalian lebih suka pake kekerasan eh?” anak
itu berjalan mendekati liu, mengambil dompetnya. Jeff kemudian merasakannya
lagi, kali ini sanat kuat, terasa membakar!. Dia berdiri, namun liu
mengisyaratkannya agar tetap duduk. Jeff mengabaikannya dan menuju ke para
bangsat kecil itu.
“dengar keparat kecil… kembalikan
dompet saudaraku” randy memasukan dompet liu ke kantongnya dan mengeluarkan
pisaunya sendiri.
“oh? Trus kamu mau ngapain?”
begitu dia selesai bicara, jeff menghajar hidungnya. Begitu randy hendak
membalas, jeff meraih pergelangan tangannya dan mematahkannya. Randy berteriak
dan jeff mengambil pisau dari tangannya. Troy dan keith menyerang jeff, namun jeff
terlalu cepat untuk mereka. Dia melemparkan randy, troy melayangkan pukulannya,
jeff menunduk dan menikam tangannya. Keith menjatuhkan pisaunya dan berteriak.
Troy kemudian maju, namun jeff bahakan tidak membutuhkan pisau untuk menghadapi
keparat bangsat satu ini. dia hanya meninjunya di perut dan seketika dia roboh.
Liu tidak bisa berkata apa apa, dia hanya melihat jeff dengan takjub.
“jeff bagamana kau?” hanya itu
yang bisa dia aktakan. Mereka melihat busa datang dan tahu bahwa mereka akan
dituduh sebagai pembuat gara gara, semua yang terjadi mereka harus
menanggungnya sehingga mereka berlari menjauhi tempat itu. ketika mereka
berlari mereka melihat sopir bus menghampiri randy dan teman temannya. Jeff dan
liu tiba disekolah, mereka tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi,
mereka hanya duduk dan mendengarkan. Liu hanya berpikir bahwa jeff telah
berhasil menghajar berandalan itu, namun jeff lain, dia menyadari sesuatu,
sesuatu yang lebih dari yang liu tahu. Jeff tahu bahwa apa yang ia rasakan kini
merupakan sesuatu yang menakutkan, ketika dia merasakan sensasi itu, dia
merasakan betapa dahsyatnya hal tersebut, sebuah dorongan untuk melukai orang
lain. Memang terdengar jahat, namun jeff tidak bisa menyangkal bahwa dia
merasakan nikmat, senang. Dia merasakan bahwa perasaan tersebut mulai memudar
selama di sekolah. Ketika sampai dirumah orang tuanya menanyakan bagaimana
harinya, dan dia menjawab dengan nada riang “hari ini adalah hari yang indah”.
Keesokan paginya, dia mendengar pintu ruahnya di ketuk. Dia turun dan mendapati
dua petugas polisi, dan ibunya menatapnya dengan marah.
“jeff, pak polisi mengatakan
bahwa kau menyerang tiga orang anak. Dan hal tersebut bukan perkelahian biasa,
mereka ditusuk!! Mereka ditusuk nak!!” jeff menunduk, seolah olah membenarkan
ucapan ibunya.
“mereka dulauan yang mendongkan
pisau kepada aku dan liu bu”
“nak” kata polisi, “kami melihat
tiga anak, dua ditusuk, satu memar di perut, dan kami punya saksi kalian kabur
dari tkp. Hal itu menurutmu memberikan kesimpulan apa bagi kami?”
Jeff tahu bahwa semua itu tidak
berguna, tidak ada bukti yang menunjukan siapa yang menyerang duluan. Mungkin
jeff bisa mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak kabur, namun bukti dan saksi
mengatakan bahwa mereka memang kabur.jeff tidak berdaya untuk membela dirinya
dan liu.
“panggil saudaramu” jeff tidak
bisa melakukannya, karena dialah yang menghajar mereka.
“pak polisi… semua itu aku yang
melakukan. Liu berusaha mencegahku, namun dia tidak bisa menghentikanku” polisi
saling pandang dan kemudian mengangguk
“baiklah nak. Sepertinya…”
“tunggu!” liu berujar. Mereka
melihat bahwa liu memegang sebuah pisau. Polisi ini kemudian mengambil senjata
mereka dan menodongkan ke liu.
“aku yang melakukannya, akulah
yang telah menghajar berandalan itu, aku punya buktinya” dia menyingsingkan
lengan bajunya dan menunjukan lebam dan luka, seperti layaknya bahwa dia telah
berkelahi sebelumnya.
“nak, letakkan pisaunya” kata
petugas. Liu menurutinya, dia mengangkat tangannya dan berjalan menuju para
polisi.
“tidak liu, itu adalah ulahku,
semuanya!” jeff mulai menangis
“hmmm.. saudaraku yang malang…
berusaha untuk melindungiku dari kesalahan yang sudah kuperbuat. Baiklah… bawa
aku” polisi kemudian membawa liu menuju mobil patroli
“liu katakan pada mereka bahwa
akulah yang melakukannya! Katakan” ibunya memegang pundaknya.
“jeff, berhentilah berbohong,
kita tahu semuanya adalah ulah liu, kau tidak bisa menghentikannya” jeff
terlihat pasrah ketika mobil polisi akhirnya pergi membawa liu. Beberapa menit
kemudian ayah jeff pulang dan melihat wajah jeff, dia tahu bahwa ada sesuatau
yang tidak beres.“ada apa nak?” jef tidak bisa
menjawabnya. Kemudian ibunya mengabarkan berita buruk itu kepada suaminya, dan
jeff pergi, menuju jalanan. Setelah sekitar satu jam jeff pulang, melihat kedua
orang tuanya terlihat shock, sedih dan kecewa. Dia tidak mampu melihat keadaan
mereka, karena semua adalah kesalahannya. Dia hanya ingin tidur, berusaha
melupakan semuanya. Dua hari berlalu, tidak ada kabar dari liu di JDC. Tidak
ada teman. Tidak ada hal lain selain rasa bersalah dan sedih. Sampai pada suatu
hari, hari sabtu, ketika jeff dibangunkan oleh ibunya dengan wajah gembira.
“jeff.. sekaranglah saatnya” dia
berkata sambil menyibakan tirai jendela kamar.
“ada apa dengan hari ini?” Tanya
jeff
“sekarang adalah hari ultah
billy” jeff benar benar terbangun saat ini.
“ibu, kamu tidak serius kan? Ibu
tidak berharap aku akan pergi ke pesta anak kecil setelah….” Ada jeda yang lama.
“jeff kita berdua tahu apa yang
telah terjadi. Ibu rasa pesta ini dapat membuatmu riang kembali. Sekarang ganti
bajumu” ibu jeff berjalan keluar dari kamar menuju kelantai bawah untuk bersiap
siap. Jeff berusaha bangun. Dia memakai sebuah kaos dan jeans kemudian turun.
Dia melihat ibu dan ayahnya telah berdandan. Dia berpikir kenapa mereka harus
memakai baju mahal hanya untuk datang ke sebuah pesta anak anak?
“nak… kamu akan memakai itu?”
Tanya ibunya
“lebih baik daripada harus ribet”
jawabnya. Ibunya ingin sekali memarahinya, namun dia menahannya.
“jeff, mungkin kami terlalu
berlebihan, tapi inilah caranya agar orang orang menghormati kita” kata
ayahnya. Jeff menggerutu dan kembali ke kamarnya
“aku tidak punya baju bagus!”
jeff berteriak ke orang tuanya
“pakailah sesuatu yang lain” ujar
bunya. Dia mencari cari di lemarinya, mencari sesuatu yang Nampak bagus dan
mahal. Akhirnya dia menemukan pakaian yang ia anggap cocok.
Namun orang tuanya masih Nampak
belum puas dengan pilihannya “kau akan memakai itu? ibunya melirik jamnya.
“tidak ada waktu lagi untuk ganti baju, ayo berangkat” merakpun berangkat.
Mereka menyeberang jalan menuju rumah Barbara dan billy. Mereka mengetuk pintu
dan munculah Barbara, sama seperti orang tuanya, dia tampil berlebihan. Jeff
menyadari bahwa tidak ada anak anak, hanya orang orang dewasa.
“anak anak ada di halaman
belakang jeff… pergilah dan berkumpullah dengan mereka” kata Barbara.
“jeff berjalan keluar menuju
halaman yang penuh dengan anak anak. Mereka berlarian memakai baju baju koboy,
dan saling tembak menggunakan pistol mainan. Tiba tiba ada seorang anak
menghampirinya dan memberinya pistol mainan dan topi.
“hey… mau main bareng?” katanya
“oh tidak nak, aku terlalu tua
untuk itu” anak it uterus melihat jeff dengan wajah aneh.
“sekali saja.. please..” pinta si
anak. “baiklah” kata jeff. Dia memakai topi dan mulai berlagak seperti
menembaki si anak. Awalnya dia merasa konyol, namun kelamaan dia menikmatinya
juga. Mungkin hal tersebut adalah pertama kalinya yang dapat mengalihkan
perhatiannya dari liu. Namun tidak lama berselang dia mendengar sesuatu yang
dia kenal sebelumnya. Dan suara itu kemudian menabraknya. Randy, troy dan keith
melompat turun dari skateboard mereka. Jeff menjatuhkan pistol mainannya dan
membuang topinya. Randy menatapnya penuh dengan rasa benci.
“hallo jeff” kata randy. “kita
punya sesuatu yang belum selesai” jeff melihat hidung randy yang memar. “aku
rasa semuanya setimpal, aku menghajar kalian, namun kalian membuat saudaraku
dikirim ke JDC”
Randy menunjukan raut muka marah
di matanya. “aku tidak mencari seseatu yang seimbang, aku ingin menang. Kemarin
kau menghajar kami, tapi tidak saat ini”. Randy menyerang jeff, mereka
bergulingan di tanah. Randy memukul hidung jeff, dan jeff menarik kupingnya dan
membanting kepala randy. Jeff mendorong randy. Anak anak mulai berteriak dan
orang tua mereka mulai berdatangan. Troy dan keith mengambil senjata dari
kantong mereka.
“jangan ada yang ikut campur!”
ancam mereka. Randy mengambil pisaunya dan menusuk bahu jeff.
Jeff berteriak dan terjatuh.
Randy kemudian menendanginya, namun kemudian jeff menarik kaki randy. Jeff
berdiri dan berusaha pergi melalui pintu belakang, namun troy menangkapnya.
“butuh bantuan?” dia kemudian
melemparkan jeff ke pintu. Ketika jeff mencoba berdiri, randy datang dan
menendanginya hingga jeff muntah darah.
“ayo jeff!!! Lawan aku!!” dia
mengangkat jeff dan melemparnya ke dapur. Randy mengambilsebuah botol dan
menghantamkannya ke kepala jeff.
“lawan aku!” randy kemudian
melemparnya ke ruang tamu.
“ayo jeff, semangat sedikit!!!”
jeff memalingkan mukanya, wajahnya penuh dengan darah. “aku adalah orang yang
menyebabkan saudaramu digiring ke JDC! Kau seharusnya malu jeff!! Aku melakukan
itu semua sedangkan kau disini hanya bengog seperti banci!!” ejek randy. Jeff
mulai bangkit
“akhirnya!!! Kau bisa berdiri dan
melawan hah??” jeff berdiri sekarang, darah dan minuman bercampur membasahi
wajahnya. Sekali lagi dia merasakan sensasi aneh dalam dirinya, perasaan yang
sempat menghilang beberapa waktu lalu.
“akirnya dia bangun!” randy
kembali mengejek jeff, kemudian dia mulai merangsek kembali. Saat itulah
semuanya terjadi. Sesuatu dalam diri jeff meledak keluar. Kesadaran dan
psikologisnya hancur dan terkoyak, semua pikiran warasnya hilang, apa yang dia
rasakan adalah nafsu yang begitu kuat untuk membunuh. Dia mencekik leher randy
dan membantingnya. Dia duduk diatas tubuh randy dan memukulinya dengan membabi
buta. Pukulan pertama mendarat tepat di jantung randy, sehingga mengakibatkan
shock jantung, jantung randy berhenti berdegup. Namun jeff yang kesetanan tetap
menghajarnya, melampiaskan kemarahan dan nafsu membunuhnya. Darah mulai muncrat
dari tubuh randy, sampai akhirnya randy tewas.
Semua orang melihat ke arah jeff,
semuanya termasuk troy dan keith. Kemudian mereka tersadar dari rasa terkejut
mereka dan mulai menodongkan pistol mereka ke arah jeff. Jeff berlari menaiki
tangga, dan mereka mulai menembakinya secara bertubi tubi, namun tidak satupun
yang berhasil mengenainya. Jeff mendengar keith dan troy memburunya. Ketika
mereka kehabisan peluru, jeff menuju kamar mandi. Dia mengambil besi tempat
handuk dan mencabutnya dari dinding. Troy dan keith mulai mendekatinya dengan
pisau yang terhunus.
Troy mengayunkan pisaunya,
namunjeff dapat menghindar, dan kemudian menghantamkan pipa besi dari tempat
handuk ke wajah troy. Troy berhasil dibereskan, hanya tersisa keith. Keith
lebih lincah, dia berhasil menghindar ketika jeff mengayunkan pipa besinya. Dia
menjatuhkan pisaunya dan mencengkeram leher jeff. Dia mendorongnya ke dinding.
Namun sebuah lotion untuk bleaching jatuh dan mengenai mereka berdua, merka
kelabakan, namun jeff dengan sigap membersihkan mukanya dan meraih pipa besi
menghajarkannya kembali ke kepala musuhnya. Keith menggelepar sekarat,
bermandikan darah, namun kemudian keith tersenyum jahat.
“apa yang lucu?” tanya jeff.
Keith mengeluarkan sebuah korek dan menyalakannya. “yang lucu adalah, kamu
berlumuran bleach dan alkohol” mata jeff terbelalak ketika kemudian keith
melemparkan koreknya ke arahnya. Api pun segera berkobar di seluruh tubuh jeff,
alkohol menambah nyala api dan bleach membuat kulitnya mengelupas. Jeff
berteriak dalam kesakitan. Dia berguling untuk memadamkan apinya, namun tidak
berhasil, alkohol membuatnya benar benar terbakar. Dia berlari menuju lorong
dan turun dari tangga. Semua orang yang ada mulai berteriak panik ketika
melihat jeff. Jeff terjatuh dan nyaris tewas. Hal terakhir yang dia lihat
adalah orang tuanya dan orang lain berusaha memadamkan api dari tubuhnya. Tidak
lama kemudian dia jatuh pingsan.
Ketika jeff siuman dia mendapati
seluruh tubuhnya diperban. Dia tidak bisa melihat apapun, dia merasakan nyeri
di bahunya dan pedih di sekujur tubuhnya. Dia berusaha bangun, namun kemudian
dia menyadariada selang di lengannya, ketika dia bangkit, selang tersebut
lepas, dan perawat buru buru mendekatinya.
“kupikir kamu belum saatnya turun
dari ranjang ini” kata perawat. Dia membibing jeff kembali ke pembaringan dan
memasukan kembali selang infus. Jeff duduk, tidak melihat apapun, tidak tahu apa
yang ada di sekelilingnya. Setelah beberapa jam, akhirnya dia mendengar suara
ibunya.
“sayang… kamu baik baik saja?”
tanyanya. Jeff tidak bisa menjawabnya, mukanya tertutup perban, dan dia tidak
bisa berbicara. “oh sayang, aku punya kabar baik. Setelah beberapsaksi mengaku
bahwa randy dulu yang menyerang kalian, kini liu dibebaskan” hal ini hampir
membuat jeff meloncat kegirangan, namun dia teringat selang infusnya. “liu akan
keluar besok, dan kalian akan bisa bersama kembali”
Ibu jeff memeluk putranya dan
berpamitan pergi. Beberapa minggu selanjutnya keluarga jeff datang berkunjung,
saat itulah waktunya perban di seluruh tubuh jeff dijadwalkan untuk dilepas.
Ketika dokter mulai membuka perbannya semua yang ada mulai merasa tegang,
mereka menunggu sampai seluruh perbannya dilepas, sampai saat ketika perban di
sekitar kepalanya nyaris dibuka, mereka menunggu semuanya dengan amat sangat
tegang dan khawatir.
“mari kita berharap yang terbaik”
kata dokter, dia melepaskan perban dan menunjukan wajah jeff yang terluka
karena terbakar.
Ibu jeff berteriak ngeri ketika
melihat muka anaknya. Liu dan ayahnya diam tercekat, nampak sangat shock dengan
keadaan jeff.
“apa yang terjadi dengan
wajahku?" Tanya jeff. Dia bergegas turun dan menuju kamar mandi. Dia
bercermin di kamar mandi dan melihat wajahnya yang kini nampak hancur dan aneh.
Bibirnya terbakar sehingga nampak merah sekali. Kulit wajahnya terkelupas dan
menyisakan warna putih yang mencolok, dan rambutnya berubah dari coklat menadi
hitam pekat. Dia perlahan meraba wajahnya. Sungguh terasa halus. Dia melihat ke
arah keluarganya, kemudian kembali memandang wajahnya di cermin.
“jeff” kata liu “tidak begitu
buruk kok….”
“tidak buruk?” kata jeff “ini
sempurna!” seluruh keluarganya tentu saja sangat terkejut dengan penuturan jeff
ini. Jeff mulai tertawa terbahak bahak. Keluarganya melihat mata dan tangan
kirinya tampak berkedut.
“errr.. jeff kamu tidak kenapa
kenapa?”
“baik baik saja? Aku tidak pernah
merasa segembira ini! Ha ha ha ha haaaaaaaaa… lihat aku! Wajah ini sungguh
sangat menggambarkanku!” jeff tidak bisa berhenti tertawa.apa yang menyebabkan
semua ini? Ketika jeff berkelahi dengan randy dia kehilangan kendali akan
dirinya, kewarasannya hilang berganti dengan nafsu membunuh. Sekarang yang
tersisa dari jeff hanyalah seorang mesin pembunuh yang gila, namun pada saat
itu orang tuanya belum menyadarinya.
“dokter, apakah anaku baik baik
saja… maksudku dengan pikirannya” kata ibu jeff
“ini semua normal, kelakuannya
identik dengan pasien yang terlalu banyak menggunakan penghilang rasa sakit.
Jika kelakuannya tidak berubah dalam beberaa minggu segera kontrol kembali,
kami akan memebrinya tes kejiwaan”
“oh terima kasih dokter” ibu jeff
kemudian mendekati jeff “ayo sayang… sudah saatnya pulang”
Jeff berpaling dari cermin, wajahnya
masih membentuk sebuah senyum seperti orang tidak waras. “ok bu… ha ha
haaaaaaaaaaa!!!” ibunya merangkul jeff dan membantunya mengenakan baju.
“ini baru saja diantar” kata
wanita di front desk. Ibu jeff melihat baju yang dikenakan sebelumnya oleh jeff.
Ibu jeff kemudian memerintahkan anaknya untuk mengenakan kembali baju itu, yang
kini telah bersih, sebuah baju dan celana hitam kemudian mereka pergi, tanpa
menyadari bahwa sat itu adalah hari terakhir mereka.
Malam itu, ibu jeff terbangun
oleh suara yang muncul dari kamar mandi. Kedengarannya seperti seseorang sedang
menangis. Dia perlahan berjalan untuk mengecek. Ketika sampai di kamar mandi
dia melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Jeff telah mengukir
sebuah senyum, mengiris pipinya menggunakan sebuah pisau.
“apa yang kau lakukan jeff???”
tanya ibunya
jeff memandang ibunya. “aku tidak
bisa berhenti tersenyum bu. Beberapa saat memang sakit. Tapi sekarang aku bisa
tersenyum selamanya” ibunya meihat mata jeff, tampak hitam disekelilingnya.
“jeff matamu???” mata jeff nampak
tidak pernah tertutup
“aku tidak mampu memandang
wajahku, aku merasa lelah dan mataku tak kuasa untuk menutup. Aku bakar kelopak
mataku sehingga aku bisa melihat wajahku selamanya, wajah baruku” ibunya mulai
perlahan menjauhinya, menyadari bahwa jeff telah menjadi benar benar gila.
“kenapa ibu? Bukankah aku nampak mempesona?”
“iya nak” katanya..”ya… kau
sangat tampan sekarang. Bb-biar ibu ke ayahmu dulu, supaya ayahmu bisa melihat
wajahmu juga” dia berlari ke kamar dan membangunkan suaminya. “ambil pistolmu
kita…..” dia terhenti ketika dia melihat jeff dimuka pintu menggenggam sebuah
pisau.
“ibu… kamu berbohong…” itu adalah
kalima terakhir yang mereka dengar… jeff menerjang mereka dengan pisaunya, dan
membunuh mereka dengan brutalnya…
Saudaranya, liu terbangun
mendengar keributan diluar. Namun kemudian dia tidak mendengar apapun lagi…
maka dia menutup matanya berusaha untuk tidur kembali. Ketika dia mulai
terlelap, liu merasakan perasaan aneh, sepertinya ada seseorang yang mengawasi
dirinya. Dia melihat sekeliling, namun tiba tiba jeff meloncat dan membekap
mulutnya. Jeff perlahan mengangkat pisaunya bersiap untuk menghujamkannya ke
tubuh liu. Liu berusaha memberontak dan melepaskan diri…..
Namun kemudian jeff dengan wajah
“riangnya” berkata….
“ssssshhhhh….. tidurlah”
…………………..
Jeff the killer adalah seorang
psikopat, seorang pembunuh yang menjadi gila setelah tubuhnya terbakar ketika
dia mendapatkan bully dari anak lain. Pada awalnya anak anak yang menyerangnya
tidak mau mengakui bahwa merekalah penyebab jeff dan mereka berkelahi. Jeff
dianggap sebagai biang keladinya, dan orang orang mulai menyalahkannya. Namun
ketika salah satu dari mereka membakar jeff, sehingga dia dilarikan ke rumah
sakit, akhirnya mereka mengakui seluruh perbuatannya.
Wajah jeff menjadi rusak… kulit
wajahnya terkelupas putih, dan konon dia membakar kelopak matanya sendiri
(versi lain mengatakan bahwa jeff mengirisnya) sehingga matanya selalu terbuka,
dan dia merasa selalu terjaga. Selain tu juga dia mengiris pipinya sendiri,
mengukir wajahnya sehingga selalu nampak tersenyum.
Setelah kejadian pembunuhan
terhadap keluarganya, yang diyakini merupakan perbuatan jeff… dia kabur dan
berkeliaran di malam hari mengincar korban korbannya. Ciri khas jeff sebelum
membunuh korbannya dia akan selalu berkata “tidurlah……” dengan wajah “riangnya” jeff masih berkeliaran di luar
sana... membunuh siapa saja, dia datang ke kamar tidurmu suatu malam, membekap
mulutmu, dan kemudian akan berusaha menenangkanmu, sebelum menikamkan pisaunya
ke jantungmu.....

No comments:
Post a Comment