Aku bodoh... Sangat bodoh... Kenapa kulakukan hal ini?
Aku memang suka dengan kegelapan dan kesunyian, aku menyukainya karena
aku belum mengerti arti sebenarnya kegelapan dan kesunyian.
Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Umurku 16 tahun. Tapi, kenapa orang
tuaku lebih memperhatikan adiku ? Yap, jawaban temanku mungkin benar,
bahwa aku sudah dewasa dan tidak memerlukan perhatian lebih dari mereka.
Jadi, kebiasaanku di rumah hanya berada di kamar, menghabiskan hari -
hari yang penuh kesendirian. Aku berfikir, untuk mendapatkan perhatian
lebih, aku tidak bisa dengan cara berprestasi karena aku adalah orang
yang tidak cocok dengan pelajaran. Hingga terpikir olehku untuk
menjalani hubungan pacaran. Namun ya, tidak berlangsung lama. Orang
tuaku tidak setuju akan hal itu.
Saat aku menyendiri di kamar. Aku biasanya mencari cerita - cerita
horror. Aku menyukai cerita horror semenjak temanku yang bernama Farid
mengirimkan cerita cerita horrornya. Entah kenapa sekarang dia sama
sekali tidak membahas tentang masalah horror. Sekarang, aku mulai
mandiri untuk mencari cerita horror sendiri.
Aku menemukan cerita yang kelihatannya sangat seru. Oh ya, aku belum
mengatakan kenapa aku menyukai cerita horror. Aku menyukainya karena aku
merasa seperti diperhatikan ( walau aku tidak percaya bahwa ada yang
memperhatikan, aku hanya merasakannya saja tanpa percaya ). Aku
menemukan cerita yang sangat mirip dengan kondisiku, yap, yaitu
kesendirian. Di cerita itu tertulis di atasnya "Jika anda membaca cerita
ini anda tidak akan merasa kesepian lagi". Aku membacanya.
Di dalam cerita itu, ada kalimat yang sama sekali tak kumengerti.
Dibawah cerita itu, tertulis kalimat "Sebentar lagi anda tidak akan
merasakan kesepian". Aku memang sangat merinding, namun aku suka.
Aku menunggu... Menunggu... Dan menunggu...
Akhirnya kuputuskan untuk tidur. Namun aku terbangun, mendengar suara
yang sangat kurindukan, suara ibuku. Ia berkata "Nak, kau sudah tidur?".
Aku berkata dengan mata berkaca - kaca "Belum.. Ibu.". "Yasudah,
tidurlah" balas ibuku. Aku melanjutkan tidurku.
Aku kaget. Bagaimana tidak kaget? aku sadar bahwa keluargaku pergi
berlibur. Aku mulai ketakutan, aku menangis karena aku sangat
ketakutan.
Lalu, pintu kamarku sedikit terbuka. Dan dia berkata, "Aku ingin bermain
denganmu". Aku sontak menjerit. Aku langsung keluar dari kamar dan
menuju dapur mengambil pisau. Setelah aku mendapatkan pisau. Aku berdiri
di pojok dapur. Ada suara muncul "Kenapa kau ketakutan? Kau memanggilku
bukan? Memohon hidupmu kepada tuhan, hanyalah membuang waktumu.". Aku
membalas "Hei, siapa kau?". "Cukup basa basinya, ayo, ikut aku ke
duniaku".
Lalu aku berlari keluar dari rumah dan menginap di rumah tetanggaku.
Esok malam, aku menulis cerita ini. Walau dengan ketakutan aku tetap
menulisnya. Dan tanpa sadar ada yang sedang berdiri di belakangku.

No comments:
Post a Comment