Pada malam yang gelap dan hening, Anna merasa ketakutan. Ia duduk sendirian di kamarnya, dikelilingi oleh kegelapan yang menyelimuti rumahnya. Lampu-lampu sudah padam, dan hanya cahaya bulan yang lembut yang menerangi sudut-sudut ruangan. Namun, di tengah ketenangan ini, ada sesuatu yang merasa salah.
Anna merasa seolah-olah ada mata yang mengawasinya. Matanya terus-menerus tertuju pada jendela kamar tidurnya. Di balik jendela itu, ia merasakan ada yang ada. Bayangan gelap yang bergerak pelan-pelan, kadang-kadang menghilang dari pandangan, hanya untuk muncul lagi beberapa saat kemudian.
Hati Anna berdegup kencang. Dia mencoba mengabaikan perasaan aneh ini, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa mungkin itu hanya ilusi atau imajinasinya. Tapi bayangan itu terus bergerak, dan semakin lama semakin dekat dengan jendela.
Tiba-tiba, Anna mendengar suara gemuruh lembut di luar rumahnya. Suara langkah-langkah pelan yang mendekat. Suaranya seolah-olah terdengar sangat nyata, seperti seseorang yang berjalan dengan langkah lembut di atas daun-daun kering.
Ketika suara itu semakin dekat, Anna melihat bayangan di balik jendela menjadi semakin jelas. Itu adalah siluet hitam yang tampak seperti sosok manusia, tapi dengan bentuk yang aneh dan tumpul. Bayangan itu merangkak perlahan, membentuk gambaran yang lebih mendekati sosok manusia.
Anna tidak bisa lagi menahan ketakutannya. Dia meloncat dari tempat tidurnya dan berlari ke pintu kamar, ingin segera keluar dari situasi yang menyeramkan ini. Tetapi ketika dia mencoba membuka pintu, dia menemui ketegangan yang tiba-tiba menghentikannya. Pintu terkunci, seolah-olah ada sesuatu yang mencegahnya pergi.
Dia berbalik, dan dengan tergagap, dia melihat bayangan itu kini sudah ada di dalam kamarnya. Tumpul dan gelap, dengan mata yang tidak bercahaya, bayangan itu berdiri di hadapannya. Anna tidak bisa berbicara, dia hanya bisa menatap dengan mata penuh ketakutan.
Tanpa kata, bayangan itu meraih pergelangan tangan Anna dengan tangan yang dingin dan basah. Perasaan dingin merambat dari pergelangan tangannya, dan Anna merasa seperti energi hidupnya dihisap oleh bayangan itu. Dia mencoba berteriak, tapi suaranya terdengar lemah dan tertekan.
Dalam sekejap, bayangan itu menghilang begitu saja. Anna jatuh pingsan di lantai kamar, kehilangan kesadaran. Ketika dia akhirnya sadar, dia berada di tempat tidurnya lagi, seperti tidak ada yang terjadi. Dia meraba pergelangan tangannya dan merasa dinginnya masih ada di sana.
Sejak malam itu, Anna tidak pernah merasa benar-benar sendirian. Dia tahu bahwa bayangan itu masih ada di sekitarnya, mengintai di balik jendela, menunggu kesempatan untuk kembali.
#creepypasta #creepypastaindonesia #horror

No comments:
Post a Comment