Ada orang yang bersumpah bahwa 'cat lady' itu adalah hantu, dan ada orang lain—seperti aku, misalnya—yang mengira ia hanyalah nenek tua pikun, yang ditempatkan di kursi goyang oleh keluarganya dan dibiarkan menatap ke luar jendela kamar sepanjang waktu. Tapi karena kami hanya bisa melihatnya dari bawah bukit, sulit untuk memastikannya.
Semua anak di desa mencari info tentang keluarga
pemilik rumah itu. Dahulu, ada kecelakaan yang mengerikan, di mana seorang
wanita malang dipenggal kepalanya dalam perjalanan ke upacara pernikahannya
sendiri. Setidaknya itu yang kami tahu.
“Aku yakin dia adalah hantu,” kata temanku Gary
suatu malam. "Kesedihannya mungkin membuat arwahnya gentayangan."
Aku menanggapi, “Kau gila. Itu mungkin ibu si
pengantin wanita. Kehilangan putrinya membuat syaraf otaknya rusak dan sekarang
keluarganya meninggalkannya sehingga ia hanya bisa mengelus kucing bodoh itu
sepanjang hari.”
"Mau bertaruh?"
Seluruh teman kami berseru, 'oooooooo'. Gary
mengumpulkan lima puluh pound dari semua orang. “Ini kesepakatannya: Kau
melewati pagar, memanjat dinding penuh rumput itu, masuk melalui jendela lantai
tiga dan kembali dengan kalung kucing. Lakukan itu, dan uang ini jadi milikmu.”
Teman-temanku memperhatikanku berjalan mendaki
bukit, melangkah pelan - pelan di antara pepohonan sampai aku mencapai dinding
rumput. Di sana aku memanjat, hampir kehilangan pegangan sekali - dua kali,
sambil bergumam seharusnya kukatakan pada Gary untuk diam daripada mengiyakan
taruhan bodohnya.
Jendela itu tidak terkunci. Aku mendorongnya
hingga terbuka, lalu meringis saat kakiku membentur lantai kayu saat masuk.
Sepertinya tidak ada yang mendengar.
Sambil berjingkat-jingkat, aku berbisik,
"Pus pus, sini sini."
Aku berjalan ke ujung koridor berbentuk 'L'. Dan
kemudian, dari belakang, terdengar suara.
Skreeeeek. Skreeeeek.
Suara itu berasal dari kursi goyang. Apakah cat
lady itu masih terjaga?
Skreeeeek. Skreeeeek.
Untuk kembali ke jendela, aku harus melewati
ruangan di mana suara itu berasal.
Skreeeeek. Skreeeeek.
Perlahan-lahan, sambil menelan ludah aku berjalan
terseok-seok, berdoa cat lady itu tuli seperti wanita - wanita tua pada
umumnya.
Saat aku sampai di pintu, suara itu tiba-tiba
berhenti.
Skreeeeek-
Saat aku berdiri terpaku di tempat, pintu
terbuka. Di baliknya terbentang kursi goyang dengan posisi membelakangiku.
Wanita itu ada di sana, tersembunyi di balik
bayangan ruangan. Kucingnya melompat dari pangkuannya dan bergerak ke arahku.
Ketika cahaya itu muncul, butuh beberapa saat
untuk memahami apa yang aku lihat. Pikiranku merayap kembali ke cerita itu, ke
pengantin yang dipenggal kepalanya, saat kepala yang terpenggal berguling ke
depan seperti bola bowling.
Saat itulah aku menyadari bahwa wanita yang
kulihat di jendela itu tidak mengelus kucing sepanjang hari; dia sedang
menyisir kepalanya sendiri.
Kepala itu berhenti tepat di dekat kakiku,
mendongak, dan menyeringai. Kemudian tubuhnya bangkit dari kursi, berbalik
menghadapku, dan menyerbu ke depan dengan lengan terentang.
--------------------------------------------------------------------------
*cat lady : wanita tua atau setengah baya yang
memelihara kucing / sangat suka kucing.
By : lightingnations
Sc : subreddit
No comments:
Post a Comment