.post-body img { max-width:100%; height:auto; }

Thursday, 18 August 2022

Aku Tahu Seorang Wanita Tua Yang Tak Pernah Berhenti Mengelus Kucingnya

 Ada orang yang bersumpah bahwa 'cat lady' itu adalah hantu, dan ada orang lain—seperti aku, misalnya—yang mengira ia hanyalah nenek tua pikun, yang ditempatkan di kursi goyang oleh keluarganya dan dibiarkan menatap ke luar jendela kamar sepanjang waktu. Tapi karena kami hanya bisa melihatnya dari bawah bukit, sulit untuk memastikannya.

Semua anak di desa mencari info tentang keluarga pemilik rumah itu. Dahulu, ada kecelakaan yang mengerikan, di mana seorang wanita malang dipenggal kepalanya dalam perjalanan ke upacara pernikahannya sendiri. Setidaknya itu yang kami tahu.

“Aku yakin dia adalah hantu,” kata temanku Gary suatu malam. "Kesedihannya mungkin membuat arwahnya gentayangan."

Aku menanggapi, “Kau gila. Itu mungkin ibu si pengantin wanita. Kehilangan putrinya membuat syaraf otaknya rusak dan sekarang keluarganya meninggalkannya sehingga ia hanya bisa mengelus kucing bodoh itu sepanjang hari.”

"Mau bertaruh?"

Seluruh teman kami berseru, 'oooooooo'. Gary mengumpulkan lima puluh pound dari semua orang. “Ini kesepakatannya: Kau melewati pagar, memanjat dinding penuh rumput itu, masuk melalui jendela lantai tiga dan kembali dengan kalung kucing. Lakukan itu, dan uang ini jadi milikmu.”

Teman-temanku memperhatikanku berjalan mendaki bukit, melangkah pelan - pelan di antara pepohonan sampai aku mencapai dinding rumput. Di sana aku memanjat, hampir kehilangan pegangan sekali - dua kali, sambil bergumam seharusnya kukatakan pada Gary untuk diam daripada mengiyakan taruhan bodohnya.

Jendela itu tidak terkunci. Aku mendorongnya hingga terbuka, lalu meringis saat kakiku membentur lantai kayu saat masuk. Sepertinya tidak ada yang mendengar.

Sambil berjingkat-jingkat, aku berbisik, "Pus pus, sini sini."

Aku berjalan ke ujung koridor berbentuk 'L'. Dan kemudian, dari belakang, terdengar suara.

Skreeeeek. Skreeeeek.

Suara itu berasal dari kursi goyang. Apakah cat lady itu masih terjaga?

Skreeeeek. Skreeeeek.

Untuk kembali ke jendela, aku harus melewati ruangan di mana suara itu berasal.

Skreeeeek. Skreeeeek.

Perlahan-lahan, sambil menelan ludah aku berjalan terseok-seok, berdoa cat lady itu tuli seperti wanita - wanita tua pada umumnya.

Saat aku sampai di pintu, suara itu tiba-tiba berhenti.

Skreeeeek-

Saat aku berdiri terpaku di tempat, pintu terbuka. Di baliknya terbentang kursi goyang dengan posisi membelakangiku.

Wanita itu ada di sana, tersembunyi di balik bayangan ruangan. Kucingnya melompat dari pangkuannya dan bergerak ke arahku.

Ketika cahaya itu muncul, butuh beberapa saat untuk memahami apa yang aku lihat. Pikiranku merayap kembali ke cerita itu, ke pengantin yang dipenggal kepalanya, saat kepala yang terpenggal berguling ke depan seperti bola bowling.

Saat itulah aku menyadari bahwa wanita yang kulihat di jendela itu tidak mengelus kucing sepanjang hari; dia sedang menyisir kepalanya sendiri.

Kepala itu berhenti tepat di dekat kakiku, mendongak, dan menyeringai. Kemudian tubuhnya bangkit dari kursi, berbalik menghadapku, dan menyerbu ke depan dengan lengan terentang.

--------------------------------------------------------------------------

*cat lady : wanita tua atau setengah baya yang memelihara kucing / sangat suka kucing.



By : lightingnations

Sc : subreddit


Thursday, 4 August 2022

Siapa Kau, Ayah?

 Keluargaku menjalani kehidupan yang menyedihkan. Aku selalu bertanya-tanya mengapa kami seperti ini dan mengapa semua tidak bisa berubah menjadi lebih baik. Kami hampir tidak pernah punya cukup makanan, kami mandi dan menggunakan air yang sama untuk memasak, kami sangat miskin. Ibuku menyimpan begitu banyak kebencian terhadap ayahku. Ia selalu mengaku bekerja, lalu akan berada jauh dari rumah selama berhari-hari atau berminggu-minggu melakukan pekerjaan sambilan di kota-kota lain, namun kami tetap miskin dan mengais sisa makanan. Setiap kali ibu bersikeras mencari pekerjaan untuk menyambung hidup, ayahku langsung menolak. Kurangnya uang ditambah dengan frekuensi ketidakhadiran ayah di rumah menyebabkan pertengkaran yang kian memanas.

Ibu memarahi ayah terus-menerus. Menuduh bahwa ia berselingkuh. Mempertanyakan bagaimana bisa anggota keluarga lainnya mulai menyerupai korban Auschwitz, sedangkan ayah selalu tampak sangat bugar dan cukup makan. Terkadang ibu kehilangan kendali dan melemparkan benda berat ke arah ayah, ia bahkan menyerangnya dengan pisau, tetapi ayah tidak pernah melaporkan ibu ke polisi. Sepertinya ia tahu apa yang terjadi di rumah ini salah, namun ia tetap diam.

Meskipun begitu, aku tidak ingin sepenuhnya berbicara negatif tentang ayah. Beberapa kenangan terbaikku adalah saat bersamanya. Seperti saat kita menatap bintang dan ia menjelaskan kosmos kepadaku. Ayahku benar-benar pria yang pintar dan brilian, itulah sebabnya aku selalu terheran - heran mengapa ia tidak pernah dapat menemukan kesuksesan dalam hidup. Ada saat - saat ketika aku melihat 'luka' di matanya. Seolah ia tahu ini adalah kehidupan yang mengerikan dan ia malu karena telah menempatkan kami di posisi ini. Tetapi di waktu lain, dia begitu dingin dan penuh perhitungan.

Suatu hari, rasa ingin tahu menguasaiku dan ketika ayah pergi untuk salah satu perjalanan kerja yang biasa ia lakukan, aku mengikutinya. Ia turun dari kereta setelah berjam - jam dan masuk ke lingkungan rumah orang - orang kaya. Dia pasti sedang membersihkan rumah atau melakukan pekerjaan di halaman rumput untuk orang kaya di sini, pikirku. Tetapi kemudian ia dipeluk di depan pintu oleh seorang wanita dan 2 orang anak. Aku mati rasa, tak percaya apa yang kulihat. Aku memutar otak, lalu kutemukan jendela ruang bawah tanah kecil dan menerobos masuk. Aku menemukan fotonya dengan wanita dan dua anak tadi di seluruh ruangan. Keluarga kami bahkan tidak memiliki satu pun foto bersama.

Hatiku hancur. Aku mengacak-acak kertas di meja dan melihat kebenaran terungkap. Ayahku adalah seorang dokter yang bekerja dengan CIA. Pekerjaannya adalah mempelajari efek psikologis dari kemiskinan dan pengaruh ketidakhadiran sosok ayah dalam rumah tangga. Dia punya fotoku, saudara dan ibuku. Kami dilabeli sebagai 'subjek' dan tidak diberi nama.

Masih tak percaya, tiba-tiba dari belakang aku mendengar suara orang terkejut dan namaku terucap dengan keras. Aku berbalik, pandanganku terkunci pada mata pria yang dulu kukira kukenal dengan baik. Ia mengeluarkan sebuah perangkat dan berbicara pada benda itu. Matanya mulai berair.

“Eksperimen sudah selesai. Izin untuk mengakhiri?”


Sc : subreddit

By : BudgetRound3720

Blog Archive