Terdengar suarajeritan. Saat aku menelusuri sumber suara, aku pergi ke kamar putriku. Aku melihat sekeliling dengan terengah-engah karena berlari, tapi tidak ada yang terlihat aneh selain
putriku yang sedang bersembunyi di bawah tempat tidurnya. Ketika aku melihat sekilas apa yang menyebabkan semua ini, aku melihat boneka barunya, terbaring di seberang ruangan.Aku mengahmpiri putriku ke tempat tidur untuk menghiburnya, "Sayang, kau kenapa?"
Dengan tergagap, dia berbicara sambil menunjukkan jarinya ke arah boneka itu, “dia mau menyakitiku!"
Aku membungkuk ke boneka itu dan mengambilnya, sekilas boneka itu tampak lucu. Boneka itu mempunyai badan yang lembut dan rapi, tetapi wajahnya mempunyai penampilan yang tanpa emosi. Aku berjalan ke tempat tidur dan merangkak untuk menjangkau putriku sambil memegang boneka di sebelah tanganku sambil mengguncangnya.
"Lihat? Tidak ada apa-apa. Dia tidak akan menyakitimu sayang. Dia hanya ingin bermain denganmu, ”kataku sambil menyeringai, menarik putriku keluar sambil menyerahkan kembali boneka ke tangannya yang gemetar.
“Sekarang sudah aman sayang, dan untuk temanmu, kau tidak akan menyakiti gadisku yang berharga, kan?” Aku berkata dengan sedikit candaan dan menggosok rambut boneka itu.
"Baik!"
Ada yang menjawab. Tapi bibir putriku tidak mengatakan apapun.

No comments:
Post a Comment