Ini adalah blog tentang Creepy pasta dan seluruh ketakutan didalamnya, Urban legend, Game Horror, Walkthrough Game Horror, Manga Horror, dan lainnya
Tuesday, 18 August 2020
Misteri Tomino, Puisi Pengundang Kematian
Sebuah kisah seram datang dari Jepang. Tentang sebuah puisi berjudul "Tomino no
Jigoku" atau Neraka Tomino, berisikan lirik-lirik yang mengerikan.
Sang penciptanya sendiri tewas
dengan cara yang aneh setelah
membuat puisi tersebut.
Tomino, adalah seorang gadis cilik yang terlahir cacat. Pada suatu hari dia membuat sebuah
puisi untuk orang tuanya. Dan ketika dia membacakan puisi buatannya tersebut, orang
tuanya menjadi sangat marah karna isi puisi tersebut begitu seram. Alhasil, Tomino di hukum oleh orang tuanya, di kurung dalam sebuah gudang dan tanpa di beri makanan. Tak jelas berapa hari dia di kurung, hingga akhirnya Tomino tewas dengan cara yang aneh.
Sejak kejadian tersebut, puisi Tomino ini menjadi sangat populer karna di percaya siapa saja yang membacanya dengan suara yang
lantang akan memanggil kematian datang pada dirinya. Inilah isi dari puisi Tomino yang di percaya dapat memanggil kematian tersebut.
Versi Aslinya (Jepang) :
Tomino no Jigoku
ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,
kawaii tomino wa tama wo haku
hitori jihoku ni ochiyuku tomino,
jigoku kurayami hana mo naki.
muchi de tataku wa tomino no aneka,
muchi no shubusa ga ki ni kakaru.
tatake yatataki yare tataka zutotemo,
mugen jigoku wa hitotsu michi.
kurai jigoku e anai wo tanomu,
kane no hitsu ni, uguisu ni.
kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,
mugen jigoku no tabishitaku.
haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,
kurai jigoku tanina namagari.
kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,
kawaii tomino no me niya namida.
nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni
imouto koishi to koe ga giri.
nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,
kitsunebotan no hana ga saku.
jigoku nanayama nanatani meguru,
kawaii tomino no hitoritabi.
jigoku gozarabamo de kitetamore,
hari no oyama no tomebari wo.
akai tomehari date niwa sasanu,
kawaii tomino no mejirushini.
Terjemahannya :
Neraka Tomino
Kakak yang memuntahkan darah, adik yang
meludahkan api.
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga.
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka.
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga.
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan.
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul.
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka.
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka.
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai.
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu.
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu.
Menurut legenda jika kalian membaca puisi ini dengan keras dan lantang, maka suatu
bencana akan datang ke pembacanya, kalian akan merasa sakit / tersiksa bahkan dapat melukai diri sendiri.
Dan yang paling terburuk adalah dapat berujung dengan kematian.
Ada seorang saksi dari penyiar radio Jepang berkata :
"Aku pernah membacakan puisi
Tomino di sebuah program untuk radio online dalam edisi Radio Urban Legends, pada awalnya
semuanya normal dan baik-baik saja, namun secara tiba-tiba saja tubuhku menjadi sulit
untuk di gerakan, aku hanya bisa membaca setengah dari puisi itu dan kemudian aku menghentikanya.
Dua hari kemudian tiba-tiba
saja aku mengalami sebuah kecelakaan mobil dan aku mengalami cedera, aku mendapat tujuh jahitan di tubuhku. Aku tidak ingin berpikir bahwa ini adalah karena akibat membaca puisi
itu. Tetapi ini sungguh di luar dugaanku.''
Jadi jarngan pernah membaca dengan suara lantang, dan cukup di dalam hati saja. Atau kamu
siap memanggil kematian datang menghampiri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment